Out of the box

August 5, 2013

Ho – 229

Ketika perang dunia ke-2 usai, berakhir dengan kekalahan Nazi Jerman yang menyerah kepada Sekutu. Berbagai teknologi perang Nazi Jerman pada waktu itu secara otomatis diambil oleh Sekutu. Sekutu pada waktu itu sangat terkejut ketika menemukan sebuah prototipe pesawat yang dijuluki “Sayap Terbang” yang akhirnya diketahui berkode Ho – 229. Pesawat ini mempunyai desain yang sangat maju di jaman-nya. Bukan hanya desain tetapi pesawat tersebut mempunyai mesin jet di kala pesawat lain pada jaman itu masih menggunakan mesin baling-baling. Pesawat yang didesain oleh Horten bersaudara mendekati syarat “3 x 1000” yaitu mampu membawa bom seberat 1000 kilogram, mampu menjelajah sejauh radius 1000 km serta mampu melaju dengan kecepatan 1000 Km/jam. Meskipun pesawat ini tidak pernah sempat diproduksi secara massal karena Nazi Jerman keburu kalah oleh Sekutu. Karena desain-nya yang sangat advanced pada saat itu kalau boleh dibilang out of the box dan bahkan sampai sekarang pun masih terlihat sangat maju. Sekutu dalam hal ini Amerika Serikat sangat tertarik pada Ho-229 yang akhirnya membawa semua data blue print dan prototipe Ho-229 yang kemudian dikembangkan menjadi pesawat pembom B-2 Spirit yang bentuknya sangat mirip dengan Ho-229.

Kisah di atas itu juga yang menginspirasi kami untuk membuat Software Dokter Praktek ke dalam tingkatan yang lebih advanced, yaitu berbasis cloud. Ketika aplikasi dokter praktek lain membuatnya dengan teknologi yang biasa. Kami membuatnya dengan me-reverse engineering berbagai kelebihan aplikasi dokter praktek versi dekstop, dipoles dengan teknologi yang cukup maju pada saat ini. Program Praktek Dokter yang kami buat menggunakan sebuah database server MySQL, database server yang sama yang digunakan Facebook saat ini. Itupun tidak serta merta memanfaatkan MySQL apa adanya, tetapi dengan berbagai teknik dan modifikasi pada database server MySQL agar menjadikan aplikasi yang kami buat lebih stabil, akurat dan cepat. Kami melihat software dokter praktek yang banyak beredar jarang menggunakan database server dalam skala besar, sebenarnya hal ini tidak menjadi masalah dalam jangka pendek. Akan tetapi dalam jangka panjang dan dengan semakin banyaknya data yang disimpan tentu jalanya aplikasi akan menjadi semakin lambat.

Kami melihat Aplikasi Dokter Praktek akan bermanfaat banyak ketika sudah cukup lama digunakan, dimana data pasien sudah cukup banyak yang masuk ke dalam sistem. Hal ini akan berguna ketika pasien tersebut berobat kembali, user dalam hal ini khususnya dokter akan bisa melihat histori penyakit dan obat yang diberikan. Hal ini tentu saja akan sangat bermanfaat bagi dokter itu sendiri yaitu semakin akurat dalam membuat diagnosa dan resep, dan tentu saja bagi pasien untuk mempercepat kesembuhan-nya. Resiko data hilang karena hard disk rusak, PC / Notebook terkena virus, atau Notebook hilang akan diminimalisir dengan teknologi cloud yang kami bangun untuk aplikasi dokter praktek ini.

Sebenarnya teknologi cloud saat tidak benar – benar baru, karena Google Drive, Microsoft Skydrive, IBM dan pabrikan besar lainnya sudah mulai mengembangkan teknologi berbasis cloud. Akan tetapi saat ini masih jarang pengembang software yang menggunakan dalam bentuk sistem yang lengkap untuk membuat aplikasi dokter praktek. Kami harap teknologi yang kami terapkan pada iDoctor bisa dengan mudah digunakan karena menggunakan interface layaknya aplikasi dekstop, kemudian alur sistem yang mudah dipahami, data yang tersentral di database server serta pengembangan aplikasi dalam jangka panjang sehingga dapat bermanfaat banyak bagi para dokter.

Mengapa Cloud?

July 31, 2013

Tidak kita sadari ketika kita menggunakan layanan e-mail seperti Yahoo Mail, Gmail kemudian Facebook, kita sedang menikmati layanan Cloud Computing atau Komputasi berbasis Awan. Salah satu alasan mendasar mengapa kami mengembangkan Software Dokter Praktek / iDoctor berbasis cloud adalah dengan berbagai pertimbangan. Kami pernah melihat sebuah pengembang yang menjual program dokter praktek dari luar negeri berbasis desktop. Pengembang tersebut menyebutkan aplikasi cloud tidak bisa berjalan jika koneksi internet lambat atau komputer tidak terkoneksi internet. Hal ini sangat jelas jika di tempat praktek anda tidak ada koneksi internet tentu saja anda tidak bisa menyewa layanan kami. Koneksi internet lambat? Aplikasi yang kami kembangkan kami desain agar irit bandwith, dan sehingga tidak memerlukan bandwith internet yang tinggi seperti yang dibutuhkan ketika anda menggunakan layanan video online seperti YouTube. Kemudian pengembang tersebut juga menyebutkan bahwa mengapa anda harus membayar biaya bulanan untuk menyewa sistem berbasis cloud. Kami kira itu hal yang sangat wajar, kita membayar untuk layanan yang kita nikmati. Kita membayar listrik tiap bulan, kita membayar tagihan PAM, tagihan layanan internet dan membayar layanan TV berlangganan. Kami jamin anda tetap dapat melihat data pasien bahkan ketika anda terlambat membayar tagihan karena data pasien adalah sepenuhnya milik anda.

Kemudian masalah keamanan data. Berbeda dengan aplikasi berbasis desktop yang menyimpan data di lokal hard disk, yang mana jika hard disk anda rusak, hilang atau terkena virus maka data pasien anda akan hilang. Mungkin anda bisa melakukan backup harian ( jika ingat), atau menggunakan layanan penyimpanan data online seperti DropBox. Akan tetapi layanan DropBox membutuhkan bandwith yang cukup tinggi untuk mengunduh file anda ke sistem cloud mereka,apalagi jika file anda berukuran besar. Jika kecepatan internet anda lambat, dapat dipastikan proses upload data akan memakan seluruh resource koneksi internet anda.

Sederhana, kami mendesain tampilan iDoctor agar mudah digunakan dan tentu saja nyaman dilihat. Banyak software dokter praktek baik berbasis desktop ataupun web didesain dengan tampilan yang kompleks serta penempatan entrian dan tombol yang kurang nyaman. Seperti pada tulisan sebelumnya kami me-reverse engineering aplikasi desktop ke dalam aplikasi web / cloud. Menjadikan iDoctor aplikasi web/cloud dengan “rasa” dekstop. Sederhana juga mengacu pada konsep cloud itu sendiri, ketika anda berganti komputer , berganti sistem operasi dari Windows ke Mac, atau komputer anda hilang atau rusak. Anda tidak perlu kuatir tentang instalasi program ulang, anda cukup membuka browser kemudian  membuka layanan iDoctor dan anda bisa langsung bekerja kembali.

Fitur aplikasi iDoctor akan selalu berkembang sesuai dengan inputan yang masuk dari pengguna layanan, dan fitur tersebut akan otomatis update karena layanan ini berbasis cloud. Tentu saja inputan yang masuk akan kami kumpulkan, kemudian kami saring dan kami kembangan di Lab kami terlebih dahulu. Kami akan selalu memberitahukan jika ada fitur baru melalui fasilitas pesan yang kami paketkan dengan layanan kami.

Aplikasi dekstop dan aplikasi berbasis cloud / web akan selalu berkembang bersama dan saling melengkapi. Browser yang anda pakai untuk menjalankan layanan iDoctor adalah berbasis desktop. Kami tidak mengatakan aplikasi dekstop buruk dan aplikasi web/cloud adalah yang terbaik, akan tetapi kami lakukan adalah menggabungkan segala kelebihan keduanya menjadi sesuatu yang lebih baik.

Featured

Reverse Engineering

July 30, 2013

iTunes adalah perangkat lunak yang dikembangkan oleh Apple yang berfungsi untuk memutar, mengorganisasi, dan membeli lagu dari iTunes Store. Sesuai dengan perkembangannya pengguna iOS juga bisa menggunakan iTunes untuk mengunduh aplikasi dari App Store. Pada awal iTunes direlease, iTunes dibundle bersama ponsel Motorola karena waktu itu iPhone belum lahir. Setelah kelahiran iPhone, Apple menghentikan paket bundling iTunes bersama manufaktur ponsel lain. Akhirnya pabrikan besar seperti Nokia membuat aplikasi Nokia Multimedia Transfer yang mempunyai kemampuan mentransfer data dari iTunes dan iPhoto ke ponsel Nokia. Begitu juga pabrikan Palm yang me-reverse engineering iTunes agar mengenali ponsel Palm sebagai iPod ( pemutar musik buatan Apple ).

Hal inilah yang sedang kami lakukan sekarang, yaitu me-reverse engineering Software Dokter Praktek versi desktop menjadi versi Web ( Cloud ) yang mirip atau mungkin terasa seperti aplikasi desktop pada umumnya. Karena kebanyakan aplikasi versi web adalah kalah interaktif dibanding dengan versi desktop. Kami membuat versi hybrid, yang artinya mengambil semua kelebihan aplikasi versi desktop dan versi web untuk dijadikan sebuah produk Software Dokter Praktek.

Mengapa iDoctor/Software Dokter Praktek yang kami buat berbasis Cloud? Yang pertama adalah masalah kemudahan distribusi product dan update fitur baru. Hampir kebanyakan Software Dokter Praktek versi desktop sulit untuk melakukan update fitur baru, kalaupun bisa tidak secepat aplikasi web. Kemudian masalah data, beberapa minggu sebelum tulisan ini dibuat penulis melihat sendiri salah seorang rekan hard disk notebook-nya jebol. Akhirnya hard disk tersebut diserahkan ke vendor data recovery dan itupun tidak bisa semua datanya bisa dikembalikan. Dengan sistem cloud, semua data ada di server pusat yang mana backup akan selalu dilakukan daily sehingga para dokter tidak perlu kuatir jika hard disk-nya rusak, data akan selalu aman di server. Data rusak juga bisa karena virus dan lain sebagainya.

Dengan aplikasi berbasis Cloud, para dokter bisa membeli komputer / notebook merk apa saja karena software ini berbasis cloud otomatis multiplatform yaitu bisa berjalan di banyak sistem operasi seperti Windows, Linux, Mac / Apple.

Kami bekerja keras agar produk ini sudah ready sebelum akhir tahun ini, jika anda ingin mendapatkan informasi perkembangan iDoctor bisa add account facebook Dokter Praktek, atau jika anda kurang berkenan bisa mengirim e-mail ke : cs@dokterpraktek.net

Yang mana jika iDoctor sudah ready versi demo-nya, kami akan memberikan link demo ke e-mail anda. Jangan kuatir, kami tidak akan mengirimkan e-mail sampah atau e-mail yang tidak perlu.