Tembus 10.000 pasien!

September 20, 2018

File Medical Record

Salah satu dokter pengguna iDoctor sudah berhasil  mencapai 10.000 pasien dalam jangka waktu 1 tahun lebih. Hal ini tentu sangat membanggakan kami sebagai pembuat aplikasi iDoctor. Angka 10.000 pasien bukan angka yang kecil bagi seorang dokter yang praktek sendirian. Dan jika angka 10.000 itu dikonversi dalam bentuk file penyimpanan fisik tentu tempat praktek dokter tersebut sudah menjadi gudang file medical record.

Dengan teknologi cloud pada iDoctor, selain bisa menyimpan berkas medical record dengan jumlah yang sangat besar, juga mudah diupgrade dan free maintain, yang dibutuhkan hanya koneksi internet yang lancar. Selamat datang di era cloud computing!

Terkadang ada juga beberapa dokter yang meminta kami untuk membuat aplikasi versi desktop untuk iDoctor. Kami memberitahukan kepada para dokter tersebut, dengan membuat aplikasi versi desktop merupakan suatu kemunduran. Selain sulit untuk di-maintenance ketika ada kerusakan karena virus atau kerusakan hardware, juga ketika ada kendala akan sangat sulit memperbaikinya. Bisa anda bayangkan jika pengguna iDoctor ada 1 juta pengguna, ketika ada kerusakan hardware atau software pada komputer client misal 200 client saja, pada saat yang bersamaan harus ada 200 teknisi yang handle masalah tersebut. Jika tidak maka akan timbul antrian yang cukup panjang. Dengan teknologi cloud kami cukup memaintenance server pusat saja agar optimal berjalan, penambahan space hard disk dan prosesor kami lakukan cukup di server.

Teknologi lama akan digantikan oleh teknologi  baru, begitu seterusnya. Selamat datang era cloud computing!

gambar diambil dari sini

Mudah dan Simple

February 13, 2017

Saya sangat tertarik dengan aplikasi ini, karena
1. No rekam medis sampai 9 digit, banyak aplikasi tidak sampai 9 digit
2. Pengunaan nya mudah dan simple, sangat mirip dengan aplikasi yang
pernah saya pakai, tapi mungkin karena aplikasi gratis belum sampai nomor rekam medis penuh sudah overload
“.

Di atas adalah salah satu potongan e-mail dari salah seorang dokter yang tertarik menggunakan aplikasi iDoctor. Dari awal dibuat memang iDoctor menawarkan kemudahan dan kesederhanaan. Aplikasi yang dokter tersebut pakai adalah aplikasi praktek dokter berbasis desktop yang disebar secara gratis sekitar 10 tahun yang lalu dari tulisan ini dibuat. Sebenarnya bukan karena gratis sehingga overload tetapi karena aplikasi tersebut masih menggunakan database sederhana yaitu Microsoft Access ( .mdb ). Sedangkan iDoctor menggunakan database server sehingga bisa menampung data yang sangat besar. Dari tahun 2013 sampai sekarang jumlah pasien dokter yang memakai iDoctor sudah ada yang mencapai mencapai ribuan, dan ketika sudah mencapai puluhan ribu secara logika dokter tersebut sudah bisa membuat klinik. Pada prakteknya selama lebih dari 3 tahun diperkenalkan, para dokter yang memakai iDoctor, maksimal hanya mempunyai beberapa asisten yang menggunakan iDoctor. Ada banyak alasan awal para dokter yang menggunakan iDoctor, ada yang karena laptopnya hilang dicuri sehingga data pasien ikut hilang, ada yang karena database-nya overload, ada juga para dokter yang memang belum pernah menggunakan aplikasi praktek dokter sebelumnya.

Dan dari tahun 2013 sudah banyak vendor lain yang membuat program serupa iDoctor. Dari puluhan vendor tersebut hanya 1 vendor yang kami lihat mempunyai sistem yang lengkap, hanya sayangnya vendor tersebut tidak menggunakan teknologi cloud secara penuh dan juga tidak masuk dalam 10 besar di daftar pencarian google. Tetapi diinstall secara lokal di masing masing lokasi.  Saat ini iDoctor dapat digunakan secara gratis untuk versi Lite selamanya untuk membantu para dokter dalam mencatat rekam medis pasien-nya secara elektronik. Juga ada user manual yang bisa didownload dan demo video tentang cara penggunaan iDoctor secara lengkap.

Kompetisi

March 27, 2015
iPhone 6 vs Samsung Galaxy S6

iPhone 6 vs Samsung Galaxy S6

Bulan Juni 2007 merupakan peluncuran awal iPhone, sebuah produk yang menyentak semua pabrikan besar smartphone pada saat itu. Bukan saja lebih canggih akan tetapi Apple “menciptakan kembali” bagaimana seharusnya sebuah produk Smartphone dibuat melalui iPhone. Akhirnya Google dengan OS Android-nya mulai membuat tampilan yang mirip iOS dan tahun 2008 menanamkan OS-nya pada smartphone HTC Dream. Meskipun saat ini secara jumlah smartphone Android lebih banyak diproduksi, akan tetapi iOS masih perkasa karena kualitas integrasi hardware dan software-nya. Dengan iTunes yang merupakan pasar musik digital terbesar di dunia dan App Store yang mempunyai banyak sekali aplikasi berkualitas juga merupakan point penting iOS.

Kami meluncurkan produk iDoctor akhir 2013, yang pada saat itu belum ada vendor yang benar benar fokus untuk menggarap aplikasi praktek dokter berbasis cloud. Memang ada beberapa pengembang yang membuat versi web tetapi hanya untuk instalasi di komputer lokal atau di LAN ( Local Area Network), bukan di cloud. Saat ini sudah ada banyak pengembang software yang membuat dalam versi cloud meski dengan tampilan aplikasi yang masih kalah jauh secara detail dan kemudahan pengoperasian dari iDoctor (silakan coba iDoctor). Ada yang mirip dengan iDoctor dan ada juga berbeda. Akan tetapi bagi kami hal tersebut membuat kompetisi semakin sehat, dan tentunya semakin menguntungkan bagi para dokter sebagai pemakai akhir.

 

Overload

September 1, 2014

MySQL vs Ms Access

Sekitar 8 tahun yang lalu yaitu tahun 2006 , Program Dokter Praktek (versi gratis) berbasis desktop pernah dipakai oleh seorang dokter yang menggunakannya di tempat prakteknya. Awalnya dia merasa terbantu dengan program tersebut, dan sering kontak dengan kami, dan akhirnya kami tidak pernah melakukan kontak lagi sampai sekarang. Akhirnya beberapa hari yang lalu kami mencoba menghubungi dia, dan menanyakan apakah masih menggunakan Program Dokter Praktek, beliau menjawab sudah tidak menggunakannya lagi karena datanya overload dan sekarang dia kembali menggunakan kartu (manual). Rencana kami , kami ingin menawarkan solusi yang lebih baik yaitu Program Dokter Praktek berbasis cloud kepadanya. Pada tahun 2006 Program Dokter Praktek berbasis desktop dibuat dengan menggunakan database Ms Access ( biasanya disimpan dalam bentuk file .mdb), yang memang mempunyai keterbatasan dalam maksimal jumlah record yang dapat disimpan. Memang kelebihan menggunakan Ms Access adalah portable dan gampang untuk instalasinya. Hanya karena didesain untuk menghandle database yang kecil, maka penggunaannya pun terbatas, dan jika ingin lebih Microsoft mempunyai solusi yang lebih baik yaitu dengan database server Microsoft SQL Server. Banyak vendor yang membuat Program Dokter Praktek hanya menggunakan Ms Access, dan tidak memperhitungkan jika record pasien atau tindakan sudah banyak maka akan overload, contohnya seperti kasus nyata di atas. Oleh karena itu dari awal kami sudah membuat Program Dokter Praktek berbasis cloud ini menggunakan database server, sehingga bisa menampung data yang sangat banyak. Karena kami tahu program ini akan dipakai jangka panjang bukan sekedar asal dibuat atau yang penting bisa berjalan. Membandingkan database server dengan Ms Access sama seperti membandingkan sebuah motor gede dan motor bebek, dari segi kapasitas mesin, kecepatan, kestabilan dan fitur kalah jauh. Program Dokter Praktek berbasis cloud ini dibuat dengan menggunakan database server yaitu MySQL yang sekarang diakuisisi oleh Oracle yaitu salah satu pembuat database server terbaik. Semoga bermanfaat.

Coolest Thing

April 26, 2014

Dikutip dari majalah Stuff tulisan dari Tom Dunmore :

It seems impossible to believe in this age of rumour and leak, but the arrival of the iPhone was a complete shock. Sure, we suspected Apple had plans to build on the success of the iPod with an iTunes phone. But when Steve Jobs walked on stage at MacWorld San Francisco in January 2007 and announced that Apple was launching a new widescreen iPod, mobile phone and internet device, we thought he was talking about three separate products. I was lucky enough to witness seven Steve Jobs keynotes in my decade at Stuff, and this was his best. As the demonstrations began, I realised that he was controlling the audience in exactly the same way as the iPhone, eliciting an extraordinary response with the lightest of touches. When he finished, everyone rose to their feet to give a wild ovation. Well, everyone except us cynical British hacks; the iPhone was too good to be true. But then six of us were whisked backstage and given exactly two minutes each to fondle it. We passed it around as if it were some alien artefact, our eyes widening as we realised it really did work like Steve had said. We were used to dim, unresponsive touchscreens that needed to be prodded with a stylus, but the iPhone offered a bright control panel to a universe of features that could, with a stroke, reconfigure to whatever function was necessary. Convergence had arrived. I left the room and called the Stuff newsdesk. “This isn’t just the greatest gadget ever,” I gushed, “it’s the coolest thing in the universe!” And even today, I still believe that’s true.

Rasanya sulit untuk percaya pada era rumor dan bocoran ini, namun kedatangan iPhone adalah kejutan yang lengkap. Tentu kami menduga Apple berencana untuk membangun keberhasilan iPod dengan iTunes ponsel. Tapi ketika Steve Jobs berjalan di atas panggung di MacWorld, San Fransisco pada bulan Januari 2007 dan mengumumkan bahwa Apple meluncurkan iPod layar besar, ponsel dan perangkat internet baru, kami pikir ia sedang berbicara tentang tiga produk terpisah. Aku cukup beruntung menyaksikan tujuh ceramah Steve Jobs dalam satu dekade-ku di Stuff, dan ini adalah yang terbaik. Saat demonstrasi dimulai, aku menyadari bahwa ia mengendalikan penonton dengan cara yang persis sama seperti iPhone, memunculkan respon yang luar biasa dengan sentuhan ringan. Ketika ia selesai, semua orang berdiri untuk memberikan tepuk tangan. Yah, semua orang kecuali para hacker sinis; iPhone terlalu bagus untuk menjadi kenyataan. Tapi kemudian kami berenam dibawa ke belakang panggung dan diberikan tepat dua menit masing – masing untuk membelai  itu. Kami melihat – lihat ke arahnya seolah – olah itu adalah artefak alien, mata kami melebar karena kami menyadari itu benar – benar bekerja seperti yang dikatakan Steve. Biasanya kusam, layar sentuh tidak responsif yang perlu didorong dengan stylus, tapi iPhone menawarkan kontrol yang jelas untuk semua fitur yang digunakan, dengan usapan, mengkonfigurasi ulang fungsi apa pun yang diperlukan. Konvergensi telah tiba. Aku meninggalkan ruangan dan memanggil bagian berita Stuff. ” Ini bukan hanya gadget terhebat yang pernah ada,” kataku, ” ini adalah hal yang paling keren di alam semesta”.  Dan bahkan hingga hari ini, aku masih percaya itu benar.

iDoctor mungkin bukan produk software dokter praktek pertama, tapi iDoctor mengkombinasikan sesuatu yang belum pernah dilakukan vendor lokal lain, yaitu membuat software dokter praktek berbasis cloud, tidak itu saja kami melengkapinya dengan interface yang sangat mudah digunakan, dengan dukungan database server untuk manajemen data ketika produk lain masih menggunakan database sederhana. Membuat semuanya menjadi lebih mudah, tanpa instalasi, tanpa pusing backup data, ketika akan menambah user untuk mengakses, cukup membuat user baru dan user tersebut langsung bisa mengakses dari komputer lain. Tidak perlu sharing folder database, setting jaringan / LAN dan lain sebagainya. Dengan sekali KLIK anda langsung bisa mengakses iDoctor.

 

Selalu Update

April 19, 2014

iOS 7

Sistem operasi iOS 7 dan sistem operasi android KitKat direlease dalam waktu yang berdekatan, tetapi tingkat adopsi dari kedua OS tersebut sangat berbeda. Menurut kutipan dari ZDNet, iOS 7 telah digunakan oleh 87% gadget Apple, sedangkan KitKat hanya 5,3 % oleh pengguna android. Hal ini disebabkan oleh fragmentasi platform perangkat android. Pada aplikasi dokter praktek berbasis cloud / iDoctor ini, aplikasi akan selalu diupdate oleh kami di server pusat, sehingga tingkat adopsi di masing – masing user adalah 100%. Kami akan melakukan silent update sehingga aplikasi selalu berjalan tanpa ada jeda dan tidak ada campur tangan user untuk mengupdate aplikasi. Kami juga selalu menginformasikan pada website kami update apa saja yang kami buat. Beberapa minor update telah kami rilis yaitu :

1. Minor Update 12.04.2014 ( Notifikasi, Limitasi User Akses, Non Editable e-mail ).

2. Minor Update 19.04.2014 ( Fitur Cetak dan Konversi ke file Excel ).

Kami harap segala fitur yang kami kembangkan dapat mempermudah pekerjaan para dokter praktek.

Enkripsi

April 5, 2014

Enigma and Bombe machine

Pada Perang Dunia ke-II, yaitu perang antara Nazi Jerman melawan Sekutu, Nazi Jerman mempunyai alat yang berfungsi untuk menyandikan pesan bernama Enigma. Enigma diciptakan oleh ilmuwan Jerman yaitu Arthur Scherbius. Enigma bekerja dengan cara elektro mekanikal. Secara sederhana cara kerja mesin penyandi ini adalah, merubah sebuah huruf misal “A” menjadi huruf “Z” sehingga ketika pesan yang dikirimkan disadap oleh Sekutu maka Sekutu pun akan kesulitan membacanya. Aturan “A menjadi Z”  ini akan berubah sesuai dengan setting kombinasi roda rotor pada mesin Enigma yang bisa terus dirubah sehingga, huruf “A” yang tadinya menjadi “Z” bisa berubah menjadi huruf lain misal “U”. Jadi pihak pengirim dan penerima pesan harus mempunyai kombinasi rotor yang sama. Semakin banyak roda rotor semakin banyak pula kombinasi yang dihasilkan yang tentunya akan menyulitkan sekutu untuk memecah rumus kombinasinya. Angkatan Laut Nazi Jerman adalah pihak pertama yang mengadopsi mesin Enigma (military version), mesin Enigma yang dipakai adalah “edisi khusus” yaitu menggunakan lebih dari 3 rotor yang biasa digunakan mesin enigma edisi standart. Meskipun akhirnya kode sandi Enigma bisa diuraikan oleh Sekutu yaitu menggunakan mesin pemecah sandi bernama Bombe. Bombe berfungsi untuk mereplikasi cara kerja dari beberapa mesin Enigma secara bersamaan untuk memperoleh beberapa kemungkinan kombinasi sekaligus. Meskipun demikian Enigma tetap menjadi suatu tonggak sejarah kemajuan teknik enkripsi. Sekarang teknik enkripsi sudah jauh berkembang sangat maju daripada teknik yang digunakan mesin Enigma.

Salah seorang dokter pemakai aplikasi iDoctor bertanya “Bagaimana keamanan data rekam medis pasien yang tersimpan?, karena data rekam medis pasien khan sangat sensitif dan rahasia”. Aplikasi ini dilengkapi dengan mesin penyandi sehingga data sensitif akan kami enkripsi(disandikan), sehingga tidak bisa dibaca meskipun data tersebut sampai jatuh ke tangan orang lain. Misal karakter “INFLUENSA” maka setelah dienkripsi menjadi “303 303 1 1728 3250 3250 1633 1480 1633 2741 178 1950 2824 1480 1546 105 1946 2978 489 1587 1576 1463 2978 2984 1237 1633 2935 3042 1480”.

Untuk menambah keamanan lagi misalnya password login, sebaiknya para dokter juga mengganti password secara berkala dan membuat password yang tidak mudah ditebak dan sebaiknya dibedakan password email dan password login ke aplikasi dokter praktek / iDoctor. Juga diharapkan tiap komputer yang dipakai dilengkapi dengan antivirus untuk keamaan dari program jahat di sisi komputer yang dipakai para dokter. Program Antivirus sekarang bisa dibeli dengan harga hanya beberapa ratus ribu untuk beberapa lisensi selama 1 tahun. Semoga tips ini bermanfaat dan membantu bagi para dokter.

Featured

Software Praktek Dokter Gratis / Free!

March 10, 2014

Dikarenakan begitu banyak permintaan para dokter yang ingin mencoba aplikasi cloud ini, maka kami menggratiskan software iDoctor versi Lite ini selamanya. Untuk pendaftaran silakan kirim data anda yaitu ;

Nama, Alamat, User Name, Nomor HP dan E-Mail, contoh formatnya seperti di bawah ini :

Nama : dr. Steve

Alamat : Jl. Pondok Indah No : 1, Jakarta

User Name : Steve

HP : 081xxxxx

E-mail : steve@dokterpraktek.net

kemudian dikirim melalui e-mail ke : cs@dokterpraktek.net. Kami harap para dokter mengirimkan data yang valid, jika data yang dikirimkan tidak valid, maka proses registrasi tidak akan kami layani.

Untuk versi berbayar hanya versi Pro yang saat ini belum kami release, selama para dokter menggunakan versi Lite ini, maka dapat dipakai secara GRATIS selamanya!

Download User Manual disini

Melihat Video Penggunaan Software ini disini

Software Dokter Praktek sudah tersedia!

December 28, 2013

Software Dokter Praktek Demo

Akhirnya kami dapat memenuhi janji kami untuk dapat menyediakan iDoctor/Software Dokter Praktek berbasis cloud sebelum akhir tahun 2013. Produk  Software Dokter Praktek kami release bulan November 2013 sebelum tulisan ini dibuat. Anda bisa mencoba versi demo-nya di sini. Cara Pakai Software Dokter Praktek juga bisa anda mendownload User Manual-nya di sini.

Software Dokter Praktek mempunyai banyak fitur yang terbagi atas 3 kategori yaitu, Setup Data, Transaksi dan Informasi:

Untuk versi demo, menu Identitas Dokter, Petugas dan Password kami non-aktifkan, menu tersebut akan tersedia di versi full feature kami. Video cara pengoperasian software dokter praktek juga kami upload di YouTube, anda bisa melihat di sini.

Software Dokter Praktek ini berbasis cloud, artinya anda harus terkoneksi internet untuk dapat mengaksesnya. Pertimbangan kami adalah akses internet saat ini jauh lebih mudah dan murah dan di masa yang akan datang tentunya lebih baik. Software ini juga berbasis sewa yaitu membayar sewa per bulan sama seperti berlangganan tv kabel, listrik dan internet. Jika misalnya anda terlambat membayar sewa maka anda akan terus dapat menggunakan software dokter praktek ini tetapi dengan batasan tidak dapat menambah dan mengedit data. Data adalah sepenuhnya milik anda, anda hanya menyewa space penyimpanan data di server dan tools yaitu software dokter praktek kami.

Hal menyewa software di internet mungkin hal baru, akan tetapi hal ini memberi banyak kelebihan antara lain keamanan data dan kemudahan instalasi. Anda tidak perlu pusing masalah instalasi, aktivasi, backup data, dan segala kerumitan lainnya. Banyak kasus terjadi pada aplikasi desktop data hilang karena virus, tidak sengaja terhapus, laptop hilang,hard disk rusak atau karena instalasi ulang aplikasi sehingga data yang lama tertimpa oleh data baru. Software dokter praktek ini juga dilengkapi dengan data ICD X online sehingga memudahkan dokter untuk mencari diagnosa penyakit pasien berdasarkan daftar ICD X.

link demo : www.dokterpraktek.net/demo

Jika tertarik silakan email kami : cs@dokterpraktek.net

Nomor Telepon : 081291881768

Pin BB : 75F522A4

 

Testing in Safari

August 9, 2013

Aplikasi Dokter Praktek yang kami buat meskipun secara default bisa berjalan di banyak browser karena berbasis web/cloud, tetapi kami harus tetap mengujinya. Hal ini disebabkan Aplikasi Dokter Praktek yang kami kembangkan banyak menggunakan banyak teknik yang baru, yang terkadang teknik yang kami kembangkan tidak berjalan di semua browser. Kali ini kami menguji prototype Aplikasi Dokter Praktek di browser Safari yaitu browser bawaan dari produsen Apple untuk seri Mac. Karena kami tahu banyak dokter yang merupakan penyuka produk dari Apple. Prototype Aplikasi Dokter Praktek berjalan lancar di browser Google Chrome, Mozilla Firefox dan Internet Explorer yang  banyak dipakai di sistem operasi Windows. Secara umum Aplikasi Dokter Praktek berjalan mulus di Safari, mulai dari render awal, kemudian fitur captcha, validasi input, load data, edit data, simpan data serta kecepatan proses sama dengan browser lain. Kami justru mengalami kendala sebelumnya di browser Internet Explorer, yang akhirnya kami harus merubah sedikit kode agar aplikasi Dokter Praktek bisa berjalan. Salah satu keuntungan menggunakan produk Apple adalah jarang terkena virus, hal ini bukan karena produk Apple kebal virus akan tetapi para pembuat virus lebih menfokuskan dirinya untuk membuat virus yang berjalan di sistem operasi Windows. Mengetes Aplikasi Dokter Praktek di browser Safari adalah salah satu dari sekian banyak test yang harus dilewati, kami masih harus melakukan banyak test agar Aplikasi Dokter Praktek layak Go Live. Semoga Aplikasi Dokter Praktek yang kami kembangkan dapat memuaskan para pengguna khususnya para dokter.