Software Praktek Dokter Gratis 3 Bulan!

Dikarenakan begitu banyak permintaan para dokter yang ingin mencoba aplikasi cloud ini, maka kami mengadakan paket gratis software ini selama 3 bulan. Selama 3 bulan ini para dokter boleh mencoba secara full feature dan bisa memberi masukan untuk pengembangan software ini menjadi lebih baik. Untuk pendaftaran silakan kirim data anda yaitu ;

Nama, Alamat, User Name, Nomor HP dan E-Mail, contoh formatnya seperti di bawah ini :

Nama : dr. Steve

Alamat : Jl. Pondok Indah No : 1, Jakarta

User Name : Steve

HP : 081xxxxx

E-mail : steve@dokterpraktek.net

kemudian dikirim melalui e-mail ke : cs@dokterpraktek.net. Kami harap para dokter mengirimkan data yang valid, jika data yang dikirimkan tidak valid, maka proses registrasi tidak akan kami layani.

Untuk para dokter yang sudah menyewa software ini, akan kami gratiskan 3 bulan setelah masa sewa berakhir, misal masa sewa habis tanggal 12-07-2014, maka selama 3 bulan kedepan  yaitu sampai tanggal 12-10-2014 anda tidak perlu membayar sewa karena adanya program promo yang sedang kami lakukan. Terima kasih kepada para dokter atas kepercayaan anda menggunakan software berbasis cloud ini.

Download User Manual disini

Melihat Video Penggunaan Software ini disini

Reverse Engineering

iTunes adalah perangkat lunak yang dikembangkan oleh Apple yang berfungsi untuk memutar, mengorganisasi, dan membeli lagu dari iTunes Store. Sesuai dengan perkembangannya pengguna iOS juga bisa menggunakan iTunes untuk mengunduh aplikasi dari App Store. Pada awal iTunes direlease, iTunes dibundle bersama ponsel Motorola karena waktu itu iPhone belum lahir. Setelah kelahiran iPhone, Apple menghentikan paket bundling iTunes bersama manufaktur ponsel lain. Akhirnya pabrikan besar seperti Nokia membuat aplikasi Nokia Multimedia Transfer yang mempunyai kemampuan mentransfer data dari iTunes dan iPhoto ke ponsel Nokia. Begitu juga pabrikan Palm yang me-reverse engineering iTunes agar mengenali ponsel Palm sebagai iPod ( pemutar musik buatan Apple ).

Hal inilah yang sedang kami lakukan sekarang, yaitu me-reverse engineering Software Dokter Praktek versi desktop menjadi versi Web ( Cloud ) yang mirip atau mungkin terasa seperti aplikasi desktop pada umumnya. Karena kebanyakan aplikasi versi web adalah kalah interaktif dibanding dengan versi desktop. Kami membuat versi hybrid, yang artinya mengambil semua kelebihan aplikasi versi desktop dan versi web untuk dijadikan sebuah produk Software Dokter Praktek.

Mengapa iDoctor/Software Dokter Praktek yang kami buat berbasis Cloud? Yang pertama adalah masalah kemudahan distribusi product dan update fitur baru. Hampir kebanyakan Software Dokter Praktek versi desktop sulit untuk melakukan update fitur baru, kalaupun bisa tidak secepat aplikasi web. Kemudian masalah data, beberapa minggu sebelum tulisan ini dibuat penulis melihat sendiri salah seorang rekan hard disk notebook-nya jebol. Akhirnya hard disk tersebut diserahkan ke vendor data recovery dan itupun tidak bisa semua datanya bisa dikembalikan. Dengan sistem cloud, semua data ada di server pusat yang mana backup akan selalu dilakukan daily sehingga para dokter tidak perlu kuatir jika hard disk-nya rusak, data akan selalu aman di server. Data rusak juga bisa karena virus dan lain sebagainya.

Dengan aplikasi berbasis Cloud, para dokter bisa membeli komputer / notebook merk apa saja karena software ini berbasis cloud otomatis multiplatform yaitu bisa berjalan di banyak sistem operasi seperti Windows, Linux, Mac / Apple.

Kami bekerja keras agar produk ini sudah ready sebelum akhir tahun ini, jika anda ingin mendapatkan informasi perkembangan iDoctor bisa add account facebook Dokter Praktek, atau jika anda kurang berkenan bisa mengirim e-mail ke : cs@dokterpraktek.net

Yang mana jika iDoctor sudah ready versi demo-nya, kami akan memberikan link demo ke e-mail anda. Jangan kuatir, kami tidak akan mengirimkan e-mail sampah atau e-mail yang tidak perlu.

iClinic

Konsep iClinic

 

iClinic – Main Menu

iClinic merupakan software berbasis cloud yang diperuntukan untuk klinik, apotik dan praktek dokter bersama. Software ini kami kembangkan menggunakan teknik reverse engineering, yaitu dari aplikasi desktop yang sudah ada kemudian kami konversi menjadi software berbasis web/cloud. Software ini mempunyai fitur yang sangat jauh berbeda (lengkap) dengan software iDoctor, selain sistem yang lebih komplek juga iClinic dibangun dengan basis sistem yang sama sekali berbeda dengan iDoctor. Untuk penggunaan user interface hampir sama dengan iDoctor. iClinic nantinya akan kami terapkan pertama kali ke beberapa pelanggan setia iDoctor yang beruntung, yang sudah menyewa iDoctor selama hampir 2 tahun dan tentu saja mempunyai klinik. Kemudian untuk pelanggan baru hanya kami gratiskan selama 3 bulan saja untuk trial. Software iClinic ini nantinya tidak ada versi demo seperti iDoctor, artinya hanya calon pelanggan baru yang telah tervalidasi akan memperoleh akses ke sistem iClinic setelah melakukan registrasi. iClinic juga nantinya akan ditempatkan secara terpisah dari iDoctor karena tingkat kerumitan sistem dan load yang sangat berbeda.

Kelebihan iClinic adalah karena dibangun dengan teknologi cloud, maka pelanggan iClinic hanya perlu menyediakan PC ,Notebook dan Printer serta jaringan Internet saja. Untuk server dan database sudah kami sediakan yang nantinya dikoneksikan melalui jaringan internet. Para pelanggan hanya perlu sebuah browser untuk mengaksesnya. Sehingga pelanggan iClinic bisa fokus pada operasional bisnis mereka dan tidak perlu direpotkan dengan setting aplikasi serta maintenance hardware. Salah satu fitur yang kami kembangkan juga adalah iClinic mendukung klinik yang berbentuk group dengan banyak cabang, sehingga nantinya bisa ditarik laporan secara langsung dari banyak cabang untuk para direksi yang ada di kantor pusat. Sehingga dengan fitur ini pelanggan dapat menghemat waktu dan bisa merumuskan strategi bisnis secara cepat dan tepat. Karena persaingan bisnis klinik saat ini tumbuh sangat pesat.

Ada beberapa pertanyaan yang selama ini kami rangkum dari para pelanggan iDoctor ataupun calon pelanggan mengenai aplikasi iDoctor yang dibuat dengan teknologi cloud. Pertanyaan tersebut kami ulas kembali sehingga revelan dengan aplikasi iClinic yang kami buat, antara lain:

Q: Apakah iClinic dapat dibuka denga kondisi offline?

A: iClinic tidak menawarkan fitur offline, artinya dalam menjalankan iClinic pelanggan harus terkoneksi dengan internet.

Q : Apakah iClinic bisa berjalan di Mac dan Windows?

A : iClinic bisa berjalan pada kedua sistem operasi tersebut karena teknologi yang dipakai adalah web based, sehingga pelanggan hanya perlu menggunakan browser untuk mengaksesnya. Beberapa pelanggan iDoctor juga menggunakan Mac.

Q : Apakah data yang tersimpan aman?

A : Data – data yang bersifat sensitif kami enkripsi pada saat penyimpanan di database, kemudian data yang tersimpan di server kami backup harian. Sehingga ketika server terjadi masalah data masih tetap aman. Hal ini berbeda jika server ada di lokasi pelanggan, misalnya terjadi pencurian atau kerusakan maupun musibah data bisa hilang.

Q : Bagaimana sistem pembayaran iClinic?

A : iClinic mempunyai sistem pembayaran dengan cara berlangganan, yaitu pelanggan membayar biaya berlangganan per bulan, per 6 bulan atau 1 tahun sekaligus. Hal ini berbeda dengan sistem jual lepas dan sistem diinstall di lokasi masing masing pelanggan, ketika terjadi kerusakan atau kehilanggan data hal tersebut menjadi resiko masing masing pelanggan.

Q : Apakah sistem iClinic bisa mengakomodir semua kebutuhan klinik?

A : Berbeda dengan pembangunan sistem klinik yang lain. iClinic selain dibangun dengan teknik reverse engineering, iClinic diturunkan langsung dari Sistem Informasi Rumah Sakit yang sudah matang kemudian kami “down grade” menjadi Sistem Informasi Klinik sehingga semua sistem bisa terakomodir. Karena sistem rumah sakit jauh lebih kompleks dari klinik, keuntungannya adalah jika klinik anda semakin maju dan menjadi rumah sakit, maka sistem masih bisa mengakomodasi kebutuhan.

Q : Mengapa sistem klinik yang lain harganya lebih murah?

A : Apa yang kami tawarkan ke pelanggan adalah value. Jika kami membuat produk yang sama dengan yang lain, maka tentu saja kami akan bersaing secara harga. Value inilah yang tidak dimiliki oleh produk lain. Contohnya adalah seperti produk drchrono, produk sistem informasi kesehatan dari luar negeri ini bisa diakses dari PC, Laptop, Smartphone dan terakhir Apple Watch oleh karena itu mereka membangun sistemnya berbasis cloud. Jika anda merasa sistem klinik yang lain yang berharga ratusan ribu atau sekian juta bisa mengakomodir kebutuhan maka anda tidak perlu berlangganan iClinic. Tetapi jika anda bermimpi besar terhadap klinik anda, sistem akan menjadi bertambah besar, anda bisa mengakses sistem dari mana saja maka iClinic yang cocok untuk anda. Ini sama jika anda berpergian naik angkot dan naik taxi pasti berbeda biayanya. iClinic sampai saat ini belum kami umumkan harganya, yang jelas harga yang kami tawarkan adalah harga yang logis untuk value yang kami tawarkan.

iClinic akan kami luncurkan setelah konversi modul Billing,MR dan Farmasi selesai. Kemudian modul lanjutan yaitu Laboratorium, Radiologi,Keuangan dan lainnya. Berikut beberapa fitur dari iClinic yaitu modul Billing :

Data Master :

  • Data Jaminan
  • Data Wilayah
  • Data Bed
  • Data Tarif
  • Data Medis

Transaksi :

  • Registrasi Rawat Jalan
  • Registrasi Rawat Inap
  • Registrasi External
  • Registrasi Keluar
  • Pakai Bed
  • Keluar Bed
  • Biaya Kamar
  • Tindakan
  • Biaya Lain

 

iClinic – Registrasi Rawat Jalan

 

iClinic – Medical Record

 

iClinic – Transaksi Nilai Tarif

 

iClinic – Transaksi Nilai Tarif – Komponen Tarif

 

Kompetisi

iPhone 6 vs Samsung Galaxy S6

iPhone 6 vs Samsung Galaxy S6

Bulan Juni 2007 merupakan peluncuran awal iPhone, sebuah produk yang menyentak semua pabrikan besar smartphone pada saat itu. Bukan saja lebih canggih akan tetapi Apple “menciptakan kembali” bagaimana seharusnya sebuah produk Smartphone dibuat melalui iPhone. Akhirnya Google dengan OS Android-nya mulai membuat tampilan yang mirip iOS dan tahun 2008 menanamkan OS-nya pada smartphone HTC Dream. Meskipun saat ini secara jumlah smartphone Android lebih banyak diproduksi, akan tetapi iOS masih perkasa karena kualitas integrasi hardware dan software-nya. Dengan iTunes yang merupakan pasar musik digital terbesar di dunia dan App Store yang mempunyai banyak sekali aplikasi berkualitas juga merupakan point penting iOS.

Kami meluncurkan produk iDoctor akhir 2013, yang pada saat itu belum ada vendor yang benar benar fokus untuk menggarap aplikasi praktek dokter berbasis cloud. Memang ada beberapa pengembang yang membuat versi web tetapi hanya untuk instalasi di komputer lokal atau di LAN ( Local Area Network), bukan di cloud. Saat ini sudah ada banyak pengembang software yang membuat dalam versi cloud meski dengan tampilan aplikasi yang masih kalah jauh secara detail dan kemudahan pengoperasian dari iDoctor (silakan coba iDoctor). Ada yang mirip dengan iDoctor dan ada juga berbeda. Akan tetapi bagi kami hal tersebut membuat kompetisi semakin sehat, dan tentunya semakin menguntungkan bagi para dokter sebagai pemakai akhir.

 

Update 12.03.2015

minor update 12.03.2015

Pada minor update 12.03.2015 , kami menambahkan beberapa perbaikan fitur dan upgrade sistem internal, yaitu antara lain.

  1. Pencarian obat dengan keyword pada kartu pasien, caranya ketik prefik nama obat kemudian klik tanda panah bawah untuk menampilkan form pencarian, maka otomatis akan muncul nama obat yang sudah terfilter.
  2. Upgrade engine UI / User Interface dari versi 1.0 menjadi 2.0
  3. Upgrade library PDF dari versi .56 menjadi .57

Semoga bermanfaat.

 

Overload

MySQL vs Ms Access

Sekitar 8 tahun yang lalu yaitu tahun 2006 , Program Dokter Praktek (versi gratis) berbasis desktop pernah dipakai oleh seorang dokter yang menggunakannya di tempat prakteknya. Awalnya dia merasa terbantu dengan program tersebut, dan sering kontak dengan kami, dan akhirnya kami tidak pernah melakukan kontak lagi sampai sekarang. Akhirnya beberapa hari yang lalu kami mencoba menghubungi dia, dan menanyakan apakah masih menggunakan Program Dokter Praktek, beliau menjawab sudah tidak menggunakannya lagi karena datanya overload dan sekarang dia kembali menggunakan kartu (manual). Rencana kami , kami ingin menawarkan solusi yang lebih baik yaitu Program Dokter Praktek berbasis cloud kepadanya. Pada tahun 2006 Program Dokter Praktek berbasis desktop dibuat dengan menggunakan database Ms Access ( biasanya disimpan dalam bentuk file .mdb), yang memang mempunyai keterbatasan dalam maksimal jumlah record yang dapat disimpan. Memang kelebihan menggunakan Ms Access adalah portable dan gampang untuk instalasinya. Hanya karena didesain untuk menghandle database yang kecil, maka penggunaannya pun terbatas, dan jika ingin lebih Microsoft mempunyai solusi yang lebih baik yaitu dengan database server Microsoft SQL Server. Banyak vendor yang membuat Program Dokter Praktek hanya menggunakan Ms Access, dan tidak memperhitungkan jika record pasien atau tindakan sudah banyak maka akan overload, contohnya seperti kasus nyata di atas. Oleh karena itu dari awal kami sudah membuat Program Dokter Praktek berbasis cloud ini menggunakan database server, sehingga bisa menampung data yang sangat banyak. Karena kami tahu program ini akan dipakai jangka panjang bukan sekedar asal dibuat atau yang penting bisa berjalan. Membandingkan database server dengan Ms Access sama seperti membandingkan sebuah motor gede dan motor bebek, dari segi kapasitas mesin, kecepatan, kestabilan dan fitur kalah jauh. Program Dokter Praktek berbasis cloud ini dibuat dengan menggunakan database server yaitu MySQL yang sekarang diakuisisi oleh Oracle yaitu salah satu pembuat database server terbaik. Semoga bermanfaat.

Coolest Thing

Dikutip dari majalah Stuff tulisan dari Tom Dunmore :

It seems impossible to believe in this age of rumour and leak, but the arrival of the iPhone was a complete shock. Sure, we suspected Apple had plans to build on the success of the iPod with an iTunes phone. But when Steve Jobs walked on stage at MacWorld San Francisco in January 2007 and announced that Apple was launching a new widescreen iPod, mobile phone and internet device, we thought he was talking about three separate products. I was lucky enough to witness seven Steve Jobs keynotes in my decade at Stuff, and this was his best. As the demonstrations began, I realised that he was controlling the audience in exactly the same way as the iPhone, eliciting an extraordinary response with the lightest of touches. When he finished, everyone rose to their feet to give a wild ovation. Well, everyone except us cynical British hacks; the iPhone was too good to be true. But then six of us were whisked backstage and given exactly two minutes each to fondle it. We passed it around as if it were some alien artefact, our eyes widening as we realised it really did work like Steve had said. We were used to dim, unresponsive touchscreens that needed to be prodded with a stylus, but the iPhone offered a bright control panel to a universe of features that could, with a stroke, reconfigure to whatever function was necessary. Convergence had arrived. I left the room and called the Stuff newsdesk. “This isn’t just the greatest gadget ever,” I gushed, “it’s the coolest thing in the universe!” And even today, I still believe that’s true.

Rasanya sulit untuk percaya pada era rumor dan bocoran ini, namun kedatangan iPhone adalah kejutan yang lengkap. Tentu kami menduga Apple berencana untuk membangun keberhasilan iPod dengan iTunes ponsel. Tapi ketika Steve Jobs berjalan di atas panggung di MacWorld, San Fransisco pada bulan Januari 2007 dan mengumumkan bahwa Apple meluncurkan iPod layar besar, ponsel dan perangkat internet baru, kami pikir ia sedang berbicara tentang tiga produk terpisah. Aku cukup beruntung menyaksikan tujuh ceramah Steve Jobs dalam satu dekade-ku di Stuff, dan ini adalah yang terbaik. Saat demonstrasi dimulai, aku menyadari bahwa ia mengendalikan penonton dengan cara yang persis sama seperti iPhone, memunculkan respon yang luar biasa dengan sentuhan ringan. Ketika ia selesai, semua orang berdiri untuk memberikan tepuk tangan. Yah, semua orang kecuali para hacker sinis; iPhone terlalu bagus untuk menjadi kenyataan. Tapi kemudian kami berenam dibawa ke belakang panggung dan diberikan tepat dua menit masing – masing untuk membelai  itu. Kami melihat – lihat ke arahnya seolah – olah itu adalah artefak alien, mata kami melebar karena kami menyadari itu benar – benar bekerja seperti yang dikatakan Steve. Biasanya kusam, layar sentuh tidak responsif yang perlu didorong dengan stylus, tapi iPhone menawarkan kontrol yang jelas untuk semua fitur yang digunakan, dengan usapan, mengkonfigurasi ulang fungsi apa pun yang diperlukan. Konvergensi telah tiba. Aku meninggalkan ruangan dan memanggil bagian berita Stuff. ” Ini bukan hanya gadget terhebat yang pernah ada,” kataku, ” ini adalah hal yang paling keren di alam semesta”.  Dan bahkan hingga hari ini, aku masih percaya itu benar.

iDoctor mungkin bukan produk software dokter praktek pertama, tapi iDoctor mengkombinasikan sesuatu yang belum pernah dilakukan vendor lokal lain, yaitu membuat software dokter praktek berbasis cloud, tidak itu saja kami melengkapinya dengan interface yang sangat mudah digunakan, dengan dukungan database server untuk manajemen data ketika produk lain masih menggunakan database sederhana. Membuat semuanya menjadi lebih mudah, tanpa instalasi, tanpa pusing backup data, ketika akan menambah user untuk mengakses, cukup membuat user baru dan user tersebut langsung bisa mengakses dari komputer lain. Tidak perlu sharing folder database, setting jaringan / LAN dan lain sebagainya. Dengan sekali KLIK anda langsung bisa mengakses iDoctor.

 

Selalu Update

iOS 7

Sistem operasi iOS 7 dan sistem operasi android KitKat direlease dalam waktu yang berdekatan, tetapi tingkat adopsi dari kedua OS tersebut sangat berbeda. Menurut kutipan dari ZDNet, iOS 7 telah digunakan oleh 87% gadget Apple, sedangkan KitKat hanya 5,3 % oleh pengguna android. Hal ini disebabkan oleh fragmentasi platform perangkat android. Pada aplikasi dokter praktek berbasis cloud / iDoctor ini, aplikasi akan selalu diupdate oleh kami di server pusat, sehingga tingkat adopsi di masing – masing user adalah 100%. Kami akan melakukan silent update sehingga aplikasi selalu berjalan tanpa ada jeda dan tidak ada campur tangan user untuk mengupdate aplikasi. Kami juga selalu menginformasikan pada website kami update apa saja yang kami buat. Beberapa minor update telah kami rilis yaitu :

1. Minor Update 12.04.2014 ( Notifikasi, Limitasi User Akses, Non Editable e-mail ).

2. Minor Update 19.04.2014 ( Fitur Cetak dan Konversi ke file Excel ).

Kami harap segala fitur yang kami kembangkan dapat mempermudah pekerjaan para dokter praktek.

Update 19.04.2014

minor update 19.04.2014

Untuk minor update 19.04.2014 kami tambahkan yaitu kemampuan mencetak laporan (.PDF) dan mengkonversi laporan dalam bentuk file excel (.XLS). Fitur cetak ini kami sediakan di Menu Info -> Pendapatan. Sengaja kami tambahkan fitur konversi ke file Excel, untuk memudahkan user / dokter mengkustomisasi laporan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk bisa menggunakan fitur print preview pada aplikasi iDoctor ini adalah :

1. Untuk pengguna browser Firefox harus menambahkan add on Google Doc Viewer.

2. Untuk pengguna browser Safari ( Apple Mac ) bisa menambahkan extensions Open In Paper.

3. Untuk pengguna browser Chrome secara default sudah ada Document Viewer bawaan.

4. Untuk pengguna browser lain, jika tidak ada add on document viewer maka akan mendownload file .pdf secara otomatis.

Semoga update ini bisa menambah kenyaman para dokter yang sudah memakai software dokter praktek / iDoctor.

Update 12.04.2014

minor update 12.04.2014

Seperti janji kami bahwa software dokter praktek ini akan terus berkembang sesuai dengan inputan dari user dalam hal ini khususnya para dokter. Kami akan selalu menginformasikan update fitur yang kami buat pada aplikasi iDoctor. Kali ini beberapa minor update yang kami lakukan antara lain :

1. Notifikasi Tanggal Jatuh Tempo Sewa pada pojok kiri bawah Main Menu, jika current date masih jauh dari tanggal jatuh tempo akan berwarna hijau, jika 1 minggu mendekati tanggal jatuh tempo berwarna kuning, jika sudah jatuh tempo ataupun melewati akan berwarna merah.

2. Setting User akses untuk admin dokter, yaitu hanya bisa melihat menu pendaftaran dan informasi antrian saja.

3. Setting identitas user / dokter, untuk e-mail kami nonaktifkan/non editable, karena alamat e-mail adalah ID unik yang tidak boleh diganti.

 

Enkripsi

Enigma and Bombe machine

Pada Perang Dunia ke-II, yaitu perang antara Nazi Jerman melawan Sekutu, Nazi Jerman mempunyai alat yang berfungsi untuk menyandikan pesan bernama Enigma. Enigma diciptakan oleh ilmuwan Jerman yaitu Arthur Scherbius. Enigma bekerja dengan cara elektro mekanikal. Secara sederhana cara kerja mesin penyandi ini adalah, merubah sebuah huruf misal “A” menjadi huruf “Z” sehingga ketika pesan yang dikirimkan disadap oleh Sekutu maka Sekutu pun akan kesulitan membacanya. Aturan “A menjadi Z”  ini akan berubah sesuai dengan setting kombinasi roda rotor pada mesin Enigma yang bisa terus dirubah sehingga, huruf “A” yang tadinya menjadi “Z” bisa berubah menjadi huruf lain misal “U”. Jadi pihak pengirim dan penerima pesan harus mempunyai kombinasi rotor yang sama. Semakin banyak roda rotor semakin banyak pula kombinasi yang dihasilkan yang tentunya akan menyulitkan sekutu untuk memecah rumus kombinasinya. Angkatan Laut Nazi Jerman adalah pihak pertama yang mengadopsi mesin Enigma (military version), mesin Enigma yang dipakai adalah “edisi khusus” yaitu menggunakan lebih dari 3 rotor yang biasa digunakan mesin enigma edisi standart. Meskipun akhirnya kode sandi Enigma bisa diuraikan oleh Sekutu yaitu menggunakan mesin pemecah sandi bernama Bombe. Bombe berfungsi untuk mereplikasi cara kerja dari beberapa mesin Enigma secara bersamaan untuk memperoleh beberapa kemungkinan kombinasi sekaligus. Meskipun demikian Enigma tetap menjadi suatu tonggak sejarah kemajuan teknik enkripsi. Sekarang teknik enkripsi sudah jauh berkembang sangat maju daripada teknik yang digunakan mesin Enigma.

Salah seorang dokter pemakai aplikasi iDoctor bertanya “Bagaimana keamanan data rekam medis pasien yang tersimpan?, karena data rekam medis pasien khan sangat sensitif dan rahasia”. Aplikasi ini dilengkapi dengan mesin penyandi sehingga data sensitif akan kami enkripsi(disandikan), sehingga tidak bisa dibaca meskipun data tersebut sampai jatuh ke tangan orang lain. Misal karakter “INFLUENSA” maka setelah dienkripsi menjadi “303 303 1 1728 3250 3250 1633 1480 1633 2741 178 1950 2824 1480 1546 105 1946 2978 489 1587 1576 1463 2978 2984 1237 1633 2935 3042 1480″.

Untuk menambah keamanan lagi misalnya password login, sebaiknya para dokter juga mengganti password secara berkala dan membuat password yang tidak mudah ditebak dan sebaiknya dibedakan password email dan password login ke aplikasi dokter praktek / iDoctor. Juga diharapkan tiap komputer yang dipakai dilengkapi dengan antivirus untuk keamaan dari program jahat di sisi komputer yang dipakai para dokter. Program Antivirus sekarang bisa dibeli dengan harga hanya beberapa ratus ribu untuk beberapa lisensi selama 1 tahun. Semoga tips ini bermanfaat dan membantu bagi para dokter.